Perjalanan menuju LPDP tidak selalu mulus. Saya ingin berbagi pengalaman nyata saya, termasuk kegagalan di percobaan pertama dan apa yang saya pelajari darinya.
Awal Mula: Mimpi yang Terasa Jauh
Saya pertama kali mendengar tentang LPDP saat masih mahasiswa S1. Saat itu, rasanya beasiswa ini hanya untuk "orang-orang luar biasa" — IPK sempurna, banyak organisasi, dan pengalaman internasional. Saya merasa tidak memenuhi syarat.
Percobaan Pertama: Gagal
Tahun 2022, saya memberanikan diri mendaftar. Hasilnya? Tidak lolos seleksi substansi. Essay saya terlalu generik dan jawaban interview saya kurang convincing. Tapi kegagalan ini menjadi titik balik.
Yang Saya Perbaiki
- Bergabung dengan kelas persiapan LPDP (SmartScholar)
- Menulis ulang essay dari nol dengan bantuan mentor awardee
- Latihan interview minimal 10 kali dengan feedback
- Memperdalam riset tentang program studi target
- Meningkatkan IELTS score dari 6.5 ke 7.5
Percobaan Kedua: Lolos!
Dengan persiapan yang lebih matang, saya mendaftar lagi tahun 2023 dan alhamdulillah dinyatakan lolos. Perbedaan terbesarnya bukan di CV, tapi di kejelasan visi dan kemampuan menyampaikannya.
"Gagal bukan akhir. Justru dari kegagalan lah saya belajar apa yang benar-benar diinginkan reviewer."